Jumat, 02 November 2007

Macam-macam Hantu Dalam Masyarakat Indonesia

Masyarakat Indonesia mengenal berbagai jenis hantu/makhluk spiritual. Berikut adalah jenis-jenis hantu yang dikenal di Indonesia:
Kuntilanak
Sundel bolong
Tuyul
Pocong
Genderuwo
Kemangmang
Wewe
Orang bunian
Siluman
Leyak
Rangda
Jin
Jenglot
Beberapa
urban legend juga mengenal berbagai macam bentuk hantu yang biasanya terkait dengan riwayat sebab-akibat kematian orang yang menjadi hantu. Meskipun bukan merupakan hantu, beberapa bentuk makhluk supranatural dikenal pula dalam mitos masyarakat, yang dianggap sebagai cara seseorang dalam menempuh ilmu tertentu atau mencari kemuliaan:
Babi ngepet
Ipri

Kepercayaan Mengenai Hantu Atau Arwah

Hantu seringkali digambarkan berukuran dan berbentuk manusia (walaupun ada yang menyebutnya menyerupai hewan), biasanya digambarkan "berkilauan", "berbayang", "seperti kabut", atau bayangan. Hantu tidak mempunyai tubuh kasar seperti manusia, hanya bayangan badan (astral body). Kadang kala tidak tampak bila dilihat tetapi dalam fenomena lain seperti pergerakan objek, lampu hidup dan mati dengan sendiri, bunyi, dll, yang tidak mempunyai penjelasan logik.
Di Barat mereka yang mempercayai hantu kadang-kala menganggap mereka sebagai roh yang tidak aman selepas mati, dan dengan itu berkeliaran di Bumi. Ketidaksanggupan mendapat keamanan dijelaskan sebagai ada pekerjaan yang belum selesai, seperti mangsa yang mencari keadilan atau membalskan dendam setelah mati. Menurut nonorthodox doktarin Khatolik, hantu dikatakan berada ditempat antara
Surga dan Neraka di mana roh bayi yang tidak dibaptis tinggal. Penting bagi kita mengetahui bahwa Protestant dan Kristian Evangelikal aliran utama yang percaya perwujudan hantu secara prinsip (principalities), tetapi mereka tidak mempercayai hantu (sebagai semangat orang mati) dan meletakkan hantu ganas, seperti poltergeist, kepada tindakan jembalang, sama seperti Islam. Dalam Khatolik dan Kristian Anglikan (dan Christian Spiritualism), mempercayai hantu adalah diterima dan boleh dibicarakan dengan pendeta (clergy).
Dalam kebudayaan Asia (seperti di
Tiongkok), banyak orang yang percaya kepada reinkarnasi (reincarnation). Hantu merupakan roh yang tidak mau "di-reinkarnasi-kan" karena mereka mempunyai masalah yang belum selesai, sama seperti di Barat. Exorcist boleh membantu mangusir atau meng-reinkarnasi-kan hantu (reincarnated). Dalam tradisi Tiongkok, selain di-reinkarnasi-kan, hantu boleh menjadi abadi (immortal) dan menjadi setengah dewa (demigod), atau dia boleh pergi ke neraka dan menderita selamanya, atau dia boleh mati sekali lagi dan menjadi "hantu kepada hantu". Orang Tiongkok juga percaya bahwa sebagian hantu, terutamanya mereka yang mati lemas, membunuh manusia untuk menghalangi hak mereka untuk di-reinkarnasi-kan. Mangsa "pembunuh" paranormal dikenali sebagai Ti Si Gui, yaitu bagi Tiongkok sama seperti kambing hitam.
Dalam agama Hindu, pembahasan terperinci mengenai hantu terdapat dalam Garuda
Purana, skripture dari Vedic tradisi (Hindu).
Kedua-dua Timur dan Barat mempunyai pendapat yang sama mengenai hantu. Mereka berkeliaran ditempat mereka biasa pergi sewaktu hidup atau tempat mereka meninggal. Tempat demikian dikenali sebagai "
rumah berhantu"; hal yang mereka lakukan disebut "menghantui". Mereka sering kali menggunakan pakaian yang sering mereka pakai dimasa hidup.
Samsara Buddhist memasukkan konsep alam hantu lapar. Sentient being dalam alam tersebut dirujuk sebagai Hantu Lapar karena ikatan mereka kepada dunia ini. Asura juga dirujuk sebagai "hantu penggangu".

Definisi Hantu

Hantu secara umum merujuk pada kehidupan setelah kematian. Hantu juga dikaitkan dengan roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat.
Meskipun secara umum hantu merujuk pada suatu zat yang mengganggu kehidupan duniawi, dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat. Sebutan
setan, iblis, gondorowo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya. Tetapi di dalam kebanyakan agama, meminta hantu untuk membantu manusia adalah dilarang.
Hantu dipercaya keberadaannya oleh hampir semua umat manusia yang mempercayai adanya
Tuhan, meskipun hanya sebagian kecil yang mengakui pernah melihat hantu secara langsung. Keberadaan hantu menjadi pro dan kontra di banyak negara maju. Sebagian ilmuwan beranggapan hantu hanyalah ilusi ataupun khayalan mereka yang mempercayainya, sementara sebagian ilmuwan lain berusaha membuktikannya secara ilmiah adanya zat yang terkandung dalam hantu.

Asal Mula Adanya Cerita Hantu

Kalau soal yang ini sih ga ada yang tau walaupun kalian tanya sampe ke ujung dunia, karena hanya Allah SWT yang tau ok guys .
So kalian ga usah penasaran soal yang ini ..................
Tapi kalau menurutku dari cerita masyarakat . katanya sih orang yang meniggalnya ga sewajarnya kayak kecelakaa, bunuh diri, and sejenisnya tu yang bakal jadi hantu tapi aku ga tau pasti sih
BELIEVE OR NOT
UP TO U

ThIs AbOuT hOrRoR

hiiiiii.....................hiiiiii.................

Welcome to my paradise hehe koq jadi nyanyi. Tapi ga pa2 ya coz mang suaraku tu bagus lho.....dulu banget 2000 before century. Zamannya dinausaurus kali. Mungkin kalian saat tu blon lahir, lha q aja blon he he ....Here i will tell u semua tentang apa hayooooo...... pokoke something yang akan ngebuat kita semua ngeri iiiiiiiiii takut. Stop jangan takut dlu karena hantu tu ga smuanya ngeri lho , malahan ada yang lucu kayak tuyul gtoooo


Now Let's see semua soal hantu. Topik yang selalu jadi pembicaraan seluruh alam semesta hua ha ahaaaaaaa.....Yang ngebuat paranormal seluruh dunia berkumpul bwt ngebahasnya. Ada yang dari Amrik, Jepang, Inggris, Kanada, Kediri, Pare , Nggurah, Nganjuk,.........and The time is up let's go guysss...